Melihat dia dengan yang lain
hati perih bagai teriris pisau
yang mengkilap usai diasah
ditusuk-tusuk oleh jarum tajam
yang berujung tumpul
api membara membangkitkan emosi
dan butiran airmata pun menetes
membasahi pipi
Muka memerah
Telinga memanas
Hati menggaduh ingin marah
Teriak kencang melepaskan emosi
Orang-orang terheran melihat sikap ku
Bertanya-tanya kenapa
Gema suara itu masih saja
berdengung di telinga ku
aku semakin tidak tahan dengan itu
hati semakin digumpali bara api amarah
sehingga ku lampiaskan amarah ini
kepada orang yang tidak tahu
untuk senyum pun aku sulit
yang ada hanyalah tatapan mata sinis
kata-kata ketus selalu ku ucapkan
Pikiran kini tidak karuan
bagai orang yang kehilangan akal







